SEJARAH DESA UMBULDAMAR

SEJARAH DESA UMBULDAMAR– Konon sebelum tahun 1900 hingga awal tahun 1900 Desa ini belum diberi nama dan masih jadi satu wilayah dengan Desa Ngadri bersama Desa Tawangrejo, karena penduduk masih sedikit sekali, Desa ini masih berupa lahan semak belukar dan rumput ilalang, saat itu jaman penjajah belanda dengan kebengisan dalam melaksanakan roda pemerintahannya, sehingga penduduk di perkotaan terutama dekat dengan pusat pemerintahan banyak yang melarikan diri ke daerah pelosok yang lebih aman termasuk ke wilayah desa ini, sebagai pendatang dan mengelola lahan ini antara lain berasal dari daerah jawa tengah (Mataram/Mentaram) ,Ngunut ,Tulungagung, Ponorogo dan dan sebagainya. Mereka menjadi penghuni pertama dari daerah ini, turun temurun hingga saat ini, dari tempat asalnya mereka juga membawa bekal uang logam ( Uang Tembaga ) dan ternyata berada di daerah ini uang tersebut tidak berlaku yang akhirnya uang tersebut disimpan dalam tanah, dan sekarang terbukti di Desa ini ada beberapa lahan ditemukan uang logam ( gobog) tersebut.Sekalipun ada perkembangan jumlah penduduk di Desa ini namun masih belum mempunyai nama Desa serta tidak punya kemandirian.
Pada awal tahun 1900 pada suatu hari ada seorang pendatang baru yang merupakan ahli pertapa/kekasih Allah yang sedang mengembara yang melewati dataran rendah/curam tetapi penuh tanaman besar, disitulah mereka beristirahat pada saat menjelang malam tiba dan akhirnya pada tengah malam beliau bermunajat untuk memohon kepada Allah , dalam bermunajat mereka mendapatkan petunjuk untuk memasukkan tongkatnya ke tanah sebanyak Sembilan kali tusukan, bilamana suatu saat nanti keluar air mencuat dari bekas tusukan tersebut yang banyaknya Sembilan mata air , beliau harus melakukan mandi besar dengan air tersebut dan ternyata benar-benar terbukti, yang akhirnya sumber tersebut sekarang dikenal nama sebutannya umbul songo, dipergunakan oleh masyarakat sekitar, karena sangat ramai dan masih malam pun sudah ada pencari air dan membawa damar (lampu) sebagai penerangannya sehingga saat itu dinamakan Umbuldamar.Petapa tersebut bernama SYEKH ABDUL KHODIR AL-HAMID, yang sekarang terkenal dengan sebutan EYANG JUGO, yang makamnya di Gunung Kawi.
Akhirnya sejak tahun 1915 Desa ini memisahkan diri dari wilayah Desa Ngadri, dan membentuk wilayah dengan pimpinan sendiri yang saat itu bernama Demang. Yang akhirnya wilayah ini diberi nama Umbuldamar. Sesuai wasiat Mbah SYEKH ABDUL KHODIR AL-HAMID, dari isyaroh yang ditinggalkan berupa sumber air yang mencuat ke atas (Umbul) dan lampu penerangan yang muncul pada malam hari tersebut (Damar) disitulah tumbuh pohon Kedawung yang lumayan besar, yang akhirnya wilayah tersebut dikenal dengan sebutan Kedawung yang akhirnya menjadi bagian wilayah Desa Umbuldamar.


